SURABAYA (Lentera) - Perkumpulan Unit-unit Reog Kota Surabaya (Purbaya) berhasil menembus tiga besar dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Ponorogo.
Pengumuman pemenang disampaikan pada penutupan FNRP XXXI di Panggung Utama Alun-alun Ponorogo, Senin (15/6/2026) malam. Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro dan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Purbaya tampil pada Sabtu (13/6/2026) dengan nomor urut 17. Membawakan pertunjukan yang mengangkat identitas budaya Kota Surabaya, penampilan mereka berhasil memikat ribuan penonton yang memadati arena festival dan mengantarkan tim meraih Juara 3 Penyaji Terbaik.
Ketua Purbaya Surabaya, Budi Sutrisno, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim selama menjalani proses persiapan yang cukup panjang. Menurutnya, prestasi tahun ini menunjukkan tren peningkatan yang terus diraih Purbaya dalam beberapa tahun terakhir.
"Alhamdulillah ada peningkatan dari tahun ke tahun. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik," ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Ia mengungkapkan keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Latihan yang intensif, kedisiplinan anggota, dan kekompakan tim menjadi kunci utama keberhasilan Purbaya bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.
"Latihan kami memang ekstra. Selain itu, kedisiplinan dan kekompakan tim menjadi faktor penting yang menentukan hasil yang kami capai saat ini," ungkapnya.
Prestasi tersebut bahkan melampaui target yang dipasang tim. Pada awal persiapan, Purbaya hanya menargetkan masuk 10 besar. Namun seiring meningkatnya kualitas penampilan selama masa latihan, target dinaikkan menjadi lima besar.
"Awalnya target kami masuk 10 besar. Setelah melihat perkembangan latihan, target naik menjadi lima besar. Alhamdulillah hasil akhirnya melebihi target yang kami tetapkan," tuturnya.
Meski berhasil naik podium nasional, Purbaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pertunjukan. Latihan rutin akan tetap dijalankan sebagai bagian dari pembinaan sekaligus persiapan menghadapi berbagai ajang reog di masa mendatang.
Budi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), yang telah mendukung proses persiapan hingga pelaksanaan festival.
Selain itu, ia mengajak generasi muda untuk ikut melestarikan seni reog melalui proses belajar dan berlatih secara berkelanjutan. Menurutnya, regenerasi menjadi faktor penting agar kesenian tradisional tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
"Regenerasi harus terus berjalan. Anak-anak muda harus mau belajar dan berlatih, karena keberhasilan tidak bisa diraih tanpa proses," pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Santi





.jpg)
