17 June 2026

Get In Touch

Israel Bunuh Hampir 1.000 Warga Palestina Sejak Oktober

Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur diserang Israel di permukiman Zahra, Nuseirat, tengah Jalur Gaza, pada 6 Februari 2026 (AFP}
Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur diserang Israel di permukiman Zahra, Nuseirat, tengah Jalur Gaza, pada 6 Februari 2026 (AFP}

SURABAYA (Lentera) -Israel telah membunuh hampir 1.000 warga Palestina sejak gencatan senjata di Jalur Gaza diumumkan pada Oktober lalu.

Hal tersebut disampaikan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk dalam pidato sesi ke-62 Dewan HAM.

Menurutnya, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, sebagaimana dilansir WAFA via Antara.

Turk mengatakan otoritas Israel mendorong warga Palestina ke wilayah yang semakin sempit dan membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan.

Ia menambahkan bahwa di Tepi Barat, pasukan dan pemukim Israel mempercepat penghancuran komunitas dan pencaplokan wilayah.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini pasukan Zionis telah membunuh 57 orang, melukai hampir 1.300 orang, menangkap ratusan orang, serta mengeluarkan 23 perintah penyitaan tanah.

"Sejumlah pejabat senior Israel terang-terangan berbicara soal pengusiran seluruh warga Palestina dari Gaza, dan penghapusan kemungkinan berdirinya negara Palestina yang layak. Semua ini sepenuhnya ilegal," ujarnya.

Sebelumnya,  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militernya mengambil alih 70 persen wilayah Jalur Gaza. 

Langkah ini secara terang-terangan mengabaikan ketentuan kesepakatan gencatan senjata rapuh yang telah berjalan sejak Oktober 2025.

Netanyahu mengeklaim bahwa pasukan Israel saat ini terus memperluas cengkeraman mereka dan telah menguasai sebagian besar wilayah kantong Palestina tersebut.

"Kami saat ini sedang menjepit Hamas. Kami sekarang mengendalikan 60 persen wilayah di Jalur Gaza," ujar Netanyahu dalam sebuah konferensi di permukiman Tepi Barat yang diduduki, sebagaimana ditayangkan Channel 12, Kamis (28/5/2026).

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan awal gencatan senjata, militer Israel seharusnya hanya mengendalikan 50 persen wilayah Gaza. 

Namun, dia memilih untuk terus menginstruksikan pasukannya merangsek maju, sebagaimana dilansir AFP.

"Arahan saya adalah bergerak hingga 70 persen. Kami menjepit mereka dari semua (sisi). Kami akan membereskan sisanya setelah itu," kata Netanyahu.

Pengumuman terbaru ini mempertegas pernyataan Netanyahu sebelumnya pada 15 Mei, ketika ia pertama kali mengungkap perluasan operasi militer Israel di Jalur Gaza secara bertahap (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.