27 June 2026

Get In Touch

KDM Alihkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Korban Penyekapan Taufik Hidayat

Adik korban penyekapan dan penganiayaan berinisial YTR, secara simbolis menunjukkan uang senilai Rp250 juta dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). (foto: ist/Antara)
Adik korban penyekapan dan penganiayaan berinisial YTR, secara simbolis menunjukkan uang senilai Rp250 juta dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). (foto: ist/Antara)

BANDUNG (Lentera) - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memutuskan hadiah sayembara senilai Rp250 juta terkait penangkapan Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR, tidak diberikan kepada pihak penangkap. Atas permintaan Kapolda Jawa Barat, dana tersebut dialihkan untuk membantu keluarga korban sebagai bekal masa depan.

"Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Dan Pak Kapolda telepon saya dan meminta pada saya untuk serahkan pada keluarga korban untuk bekal masa depannya," ujar KDM, saat konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Bandung, melansir Antara, Jumat (26/6/2026).

Selain mengumumkan penyaluran hadiah, Dedi menilai sayembara tersebut turut memberi tekanan psikologis terhadap tersangka selama menjadi buronan.

Ia menyebut pengumuman hadiah membuat Taufik Hidayat merasa terus diawasi masyarakat sehingga berpindah-pindah lokasi persembunyian sebelum akhirnya ditangkap di sebuah rumah di Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung.

"Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Dia pergi ke mana pun merasa banyak orang yang mengawasi sehingga mengalami kebingungan. Karena mengalami kebingungan, maka dia balik lagi ke Bandung," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga pulih sepenuhnya.

Berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan biaya perawatan korban selama dua pekan ke depan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Anggaran tersebut, kata Dedi, telah disiapkan pemerintah provinsi.

"Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa terhadap korban dijamin seluruh pelayanan kesehatannya sampai sembuh," katanya.

Tak hanya biaya pengobatan, Pemprov Jawa Barat juga memastikan kebutuhan hidup keluarga korban tetap terpenuhi. Hal itu dilakukan karena keluarga memutuskan berhenti bekerja untuk fokus mendampingi korban selama menjalani perawatan.

Dedi pun meminta masyarakat yang ingin berdonasi tidak lagi menggalang dana untuk biaya pengobatan korban. Menurutnya, bantuan dapat difokuskan untuk mendukung kehidupan keluarga dan masa depan korban.

"Yang berdonasi dipersilakan untuk membantu kehidupan keluarganya dan masa depan korban. Terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini, kami pastikan berhenti bekerja, tetap merawat, terjamin kehidupannya," pungkasnya.

Editor: Santi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.