TRENGGALEK (Lentera) - Pelaksanaan kepulangan jamaah haji Kabupaten Trenggalek tahun 2026 menghadirkan inovasi baru dengan memisahkan lokasi penjemputan jamaah dan pengambilan koper. Langkah tersebut dinilai efektif mampu mengurangi kepadatan kendaraan maupun penjemput, sehingga proses kepulangan jamaah berlangsung lebih tertib dan lancar.
Dalam skema tersebut, jamaah haji diturunkan di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, sedangkan koper dan barang bawaan diambil di GOR Gajah Putih Trenggalek. Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Trenggalek.
"Penurunan jamaah di Pendopo Kabupaten dan penurunan barang terpisah di GOR Gajah Putih sangat membantu memperlancar pelayanan kepada jamaah. Dengan itu pelaksanaannya menjadi lebih teratur dan lebih tertib. Insya Allah ini akan kita pertahankan tahun depan. Menurut saya, tim pelayanan jamaah haji tahun ini yang terbaik," ujar Ketua PD IPHI Kabupaten Trenggalek, M. Rofiq Hindiono, Senin (29/06/2026).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah, menjelaskan skema tersebut merupakan hasil mitigasi panitia untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan saat penjemputan.
“Kita sudah mitigasi seperti itu dan berharap dengan penempatan di lokasi yang berbeda tidak terjadi penumpukan massa maupun kendaraan," katanya.
Menurut Subkan, kebijakan tersebut masih akan dievaluasi setelah seluruh rangkaian kepulangan jamaah selesai. Apabila terbukti efektif, pola pelayanan serupa akan kembali diterapkan pada musim haji berikutnya.
"Kalau memang ini efektif akan kita pertahankan. Namun apabila masih ada kekurangan, tentu akan kita cari alternatif lain. Pelayanan haji akan terus kita lakukan inovasi agar jamaah lebih nyaman," imbuhnya.
Untuk mendukung kelancaran kepulangan jamaah, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga memfasilitasi 10 armada bus dari total 12 bus yang digunakan mengangkut jamaah dari Asrama Haji menuju Trenggalek. Selain itu, disiapkan pula tiga kendaraan pengawal, tiga mobil pendamping, dan satu unit ambulans.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Trenggalek, M. Adib Mashuri, mengatakan dukungan armada tersebut diberikan agar proses kepulangan jamaah berlangsung aman, nyaman, dan tertib hingga tiba di daerah masing-masing.
Reporter: Herlambang/Editor: Santi




.jpg)
