02 July 2026

Get In Touch

BNPB Pantau dan Pastikan Penanganan Kekeringan Tiga Kabupaten di Jawa Tengah

Personel BPBD Kabupaten Pemalang mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan pada Jumat, di Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026). (foto:ist/Ant/Humas BNPB)
Personel BPBD Kabupaten Pemalang mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan pada Jumat, di Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026). (foto:ist/Ant/Humas BNPB)

JAKARTA (Lentera) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau kekeringan dampak musim kemarau yang melanda tiga kabupaten di Jawa Tengah, serta memastikan dalam penanganan maksimal.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan upaya penanganan darurat melalui distribusi air bersih, terus diintensifkan secara masif oleh BPBD di daerah terdampak.

"Upaya penanganan darurat kekeringan akibat dampak musim kemarau terpantau masih terus dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah, di antaranya Kabupaten Banyumas, Boyolali, dan Klaten," katanya di Jakarta melansir Antara, Selasa (30/6/2026).

Abdul memaparkan, penanganan maksimal di Kabupaten Banyumas dilakukan BPBD setempat dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter untuk masyarakat di Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas.

Sementara untuk wilayah Kabupaten Boyolali, penanganan darurat diwujudkan lewat pengiriman 10.000 liter air bersih ke Desa Ketoyan di Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran di Kecamatan Selo guna menyuplai kebutuhan 42 KK terdampak.

Langkah penanganan paling masif dilaporkan berlangsung di Kabupaten Klaten, di mana BPBD setempat menyuplai 60.000 liter air bersih atau setara 12 tangki mobil air dalam sehari untuk 301 KK di Desa Sidorejo.

Dia menjelaskan, secara kumulatif total bantuan air bersih yang telah disalurkan di wilayah Klaten telah mencapai 169 tangki atau setara 845.000 liter, yang manfaatnya dirasakan oleh 2.970 KK di empat desa rawan.

Adapun sebaran wilayah yang mendapat pasokan air di Klaten meliputi Desa Tlogowatu, Desa Tegalmulyo, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo yang secara berkala terus dipantau oleh petugas lapangan.

Menyikapi perkembangan tersebut, BNPB mengimbau, masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemarau dengan menggunakan air secara bijak, serta menghindari aktivitas pembakaran lahan.

"Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat mitigasi melalui pemantauan wilayah rawan, kesiapan sumber daya, serta memastikan ketersediaan logistik air bersih bagi masyarakat yang berpotensi terdampak kekeringan," tegasnya.

Sebelumnya, BNPB mengytakan kondisi kekeringan masih dirasakan para warga di wilayah Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Boyolali.

"BNPB mengimbau warga tetap bijak dalam pemanfaatan air. Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan maka masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis di Pekalongan, Sabtu (27/6/2026).

Dampak kekeringan yang melanda di sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten meliputi Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu dan Sidorejo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mencatat 2.498 keluarga atau 8.319 jiwa terdampak kekeringan di wilayah tersebut.

Bencana ini dilaporkan BPBD Kabupaten Klaten sejak awal Juni 2026, sebanyak 377 keluarga atau 1.450 jiwa sudah mendapatkan bantuan 60 ribu liter air bersih pada Jumat (26/6) dan pendistribusian selanjutnya akan diberikan bertahap.

Ia melanjutkan, di Kabupaten Pemalang, dampak kekeringan melanda tiga desa di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari.

Data sementara BPBD Pemalang mencatat 166 keluarga terdampak kekeringan dan telah didistribusikan 4 ribu liter air bersih untuk warga di Desa Pulosari.

Kemudian dampak kekeringan juga terjadi di Kabupaten Boyolali, BPBD mencatat 42 keluarga atau 125 jiwa kesulitan air bersih.

Desa-desa terdampak yaitu Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran, Kecamatan Selo. BPBD telah mendistribusikan 5 ribu liter air bersih kepada warga dua desa.


Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.