Usai Polemik Piala Soeratin, SSB Prigi Shrimp Army Desak Askab PSSI Trenggalek Lakukan Evaluasi
TRENGGALEK (Lentera) – SSB Prigi Shrimp Army akhirnyamenerima permintaan maaf dari perwakilan Askab PSSI Trenggalek atas polemikyang membuat tim U-15 mereka gagal tampil di Piala Soeratin 2026. Meskipersoalan dianggap selesai secara personal, pihak SSB bersama wali pemainmenegaskan evaluasi di tubuh Askab tetap harus dilakukan agar kejadian serupatidak kembali merugikan tim lain.
Pemilik SSB Prigi Shrimp Army, Anjar Priadi Putra,mengatakan pertemuan dengan perwakilan Askab PSSI Trenggalek berlangsung dalamsuasana kekeluargaan. Hadir dalam pertemuan tersebut admin Askab, manajemenSSB, pelatih, hingga perwakilan wali pemain.
Menurut Anjar, perwakilan Askab datang langsung untukmenyampaikan permohonan maaf atas persoalan administrasi yang berujung gagalnyatim U-15 mengikuti Piala Soeratin 2026.
"Kami menerima permintaan maaf yang telah disampaikan. Namun, pemberian maaf ini bukan berarti persoalannya selesai begitu saja.Evaluasi tetap harus dilakukan agar kesalahan seperti ini tidak terulangkembali," kata Anjar, Senin (29/6/2026).
Ia mengapresiasi langkah perwakilan Askab yang bersediamenemui pihaknya secara langsung. Kendati demikian, Anjar berharap AskabTrenggalek sebagai organisasi juga memberikan sikap resmi sekaligus melakukanpembenahan terhadap sistem yang ada.
"Kami menghormati niat baik beliau yang datang secarapribadi. Tetapi yang kami tunggu adalah langkah resmi dari Askab sebagailembaga, sehingga ada jaminan kejadian seperti ini tidak akan dialami lagi olehSSB kami maupun tim lainnya," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan wali pemain SSB Prigi Shrimp Armykelompok umur U-10 dan U-17, Surati, menyebut para orang tua sempat merasakecewa karena anak-anak mereka kehilangan kesempatan bertanding. Meski begitu,mereka memilih menyudahi persoalan tersebut dengan menerima permohonan maafyang telah disampaikan.
"Kami sepakat memaafkan. Ke depan kami berharap Askabbisa lebih teliti dalam menjalankan tugasnya agar tidak ada lagi kesalahan yangmerugikan anak-anak," tutur Surati.
Selain itu, Surati berharap Askab PSSI Trenggalek dapatmeningkatkan perannya dalam membina sekolah sepak bola, tidak hanya sebagaiorganisasi yang menaungi SSB, tetapi juga aktif memberikan pendampingan danpembinaan kepada seluruh klub usia dini di Kabupaten Trenggalek.
"Harapan kami Askab bisa lebih maksimal mendampingiSSB-SSB yang ada, sehingga pembinaan sepak bola usia dini di Trenggalekberjalan lebih baik," pungkasnya.
Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH





.jpg)
