11 July 2026

Get In Touch

7.380 Pelajar Swasta se-Surabaya Terima Bantuan Rp350 Ribu per Bulan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan bantuan pendidikan kepada siswa.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan bantuan pendidikan kepada siswa.

SURABAYA (Lentera) -Sebanyak 7.380 pelajar SMA/SMK/MA sederajat di Surabaya menerima bantuan pendidikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupa perlengkapan sekolah dan bantuan biaya pendidikan bagi siswa sekolah swasta sebesar Rp350 ribu per bulan.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Gelanggang Remaja Surabaya, Jumat (10/7/2026). Program ini diprioritaskan bagi pelajar dari keluarga miskin dan prasejahtera, anak yatim piatu, serta warga yang masuk kelompok kesejahteraan terendah sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 80 Tahun 2025.

Melalui program tersebut, para penerima memperoleh paket perlengkapan sekolah berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan kaus kaki untuk mendukung kegiatan belajar pada tahun ajaran baru. Khusus bagi siswa SMA/SMK/MA swasta, Pemkot Surabaya turut memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp350 ribu setiap bulan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bantuan pendidikan ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam memastikan seluruh anak, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.

"Hari ini kami menyerahkan bantuan beasiswa sekaligus paket seragam sekolah kepada anak-anak Surabaya. Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada siswa kelas X yang baru masuk, tetapi juga kepada siswa kelas XI dan XII agar mereka juga memiliki seragam baru. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus menambah semangat belajar anak-anak," kata Eri usai menyerahkan bantuan.

Ia menjelaskan, program bantuan pendidikan tersebut tidak menerapkan sistem kuota. Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam kategori kelompok kesejahteraan terendah

Proses pendaftaran bantuan dilakukan secara daring sehingga masyarakat dapat mengakses layanan tersebut dengan lebih mudah. Warga yang memenuhi persyaratan tetapi belum terdaftar pada tahap pertama masih memiliki kesempatan untuk mengajukan permohonan pada tahap pendataan berikutnya.

Ia juga menuturkan sekolah negeri di Surabaya tidak diperbolehkan lagi menarik pungutan dalam bentuk apa pun, baik terkait rapor, ijazah, maupun biaya lainnya. Kebijakan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menggratiskan pendidikan di sekolah negeri.

Sementara itu, siswa dari keluarga warga yang masuk kelompok kesejahteraan terendah yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta tetap memperoleh bantuan biaya pendidikan sebesar Rp350 ribu per bulan.

"Anak-anak yang masuk kelompok kesejahteraan terendah dan bersekolah di sekolah swasta menerima bantuan Rp350 ribu setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, tidak boleh lagi ada pungutan kepada mereka. Ini merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan sekaligus memastikan seluruh warga Surabaya mendapatkan pendidikan yang layak," tuturnya.

Selain menyerahkan bantuan, Eri juga mengingatkan para pelajar untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti geng motor, balap liar, dan tawuran. Ia mengajak para siswa untuk aktif dalam kegiatan positif di lingkungan sekitar dan terus berprestasi.

Salah satu penerima bantuan, Putri Fellin, siswi kelas XI SMK Rajasa Surabaya, mengaku bersyukur atas program tersebut. Menurutnya, bantuan dari Pemkot Surabaya sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.

"Saya senang sekali karena bantuan ini sangat meringankan beban orang tua. Apalagi saya sekolah di SMK swasta yang tentu ada biaya pendidikan. Alhamdulillah, sekarang saya bisa lebih tenang untuk melanjutkan sekolah," ujar Putri.

Selain bantuan biaya pendidikan yang disalurkan langsung ke sekolah, Putri juga menerima perlengkapan sekolah berupa seragam, sepatu, dan perlengkapan lainnya.

"Bantuannya lengkap. Selain perlengkapan sekolah, beasiswanya juga langsung disalurkan ke sekolah untuk membayar biaya pendidikan," katanya.

Menurut Putri, bantuan tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan meraih prestasi. "Saya jadi semakin semangat belajar. Kalau sudah dibantu seperti ini, tentu saya harus lebih giat lagi dan berusaha meraih prestasi sebagai bentuk tanggung jawab," tuturnya.

Ia berharap program bantuan pendidikan tersebut dapat terus berlanjut agar semakin banyak pelajar dari keluarga kurang mampu yang memiliki kesempatan meraih pendidikan dan mengejar cita-cita.

"Terima kasih kepada Bapak Eri Cahyadi yang sudah membantu anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Bantuan ini sangat berarti karena membuat kami tetap bisa bersekolah dan mengejar cita-cita tanpa terbebani biaya pendidikan," pungkasnya. 

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.