11 July 2026

Get In Touch

BUMD Diminta Proaktif Kembangkan Diversifikasi Usaha

Juru Bicara Komisi C DPRD Jawa Timur, Hartono
Juru Bicara Komisi C DPRD Jawa Timur, Hartono

SURABAYA (Lentera) -Juru Bicara Komisi C DPRD Jawa Timur, Hartono, mengingatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih proaktif mengembangkan diversifikasi usaha dan investasi produktif guna meningkatkan daya saing perusahaan serta memperbesar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pengembangan investasi hendaknya diarahkan pada sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan Provinsi Jawa Timur, seperti energi, kawasan industri, logistik, perdagangan, pangan dan agroindustri, infrastruktur, serta ekonomi hijau. Dengan demikian, BUMD tidak hanya berperan sebagai penyumbang dividen, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah,” ungkap Hartono saat Rapat Paripurna DPRD Jatim, Jumat (10/7/2026).

Komisi C juga meminta Biro Perekonomian terus melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap BUMD yang kinerjanya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan efisiensi operasional, inovasi bisnis, optimalisasi aset, serta penyusunan business roadmap yang terukur bagi masing-masing BUMD.

“Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan, memperkuat profitabilitas, serta meningkatkan kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah secara berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, Komisi C meminta Gubernur Jawa Timur selaku Pemegang Saham Pengendali terus melakukan evaluasi terhadap kinerja direksi dan dewan komisaris BUMD berdasarkan indikator yang terukur, meliputi pencapaian laba, tingkat kesehatan perusahaan, efektivitas pemanfaatan penyertaan modal, penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), serta kontribusinya terhadap PAD.

Dalam laporannya, Komisi C juga mencermati realisasi PAD dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan atau dividen BUMD mencapai Rp488,61 miliar atau 100,10 persen dari target Rp488,11 miliar. Meski demikian, kontribusi dividen dinilai masih didominasi oleh beberapa BUMD.

“Komisi C mencermati bahwa kontribusi dividen masih didominasi oleh beberapa BUMD tertentu, khususnya PT Bank Jatim Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama, sedangkan kontribusi BUMD lainnya masih relatif terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan BUMD dalam memberikan nilai tambah terhadap Pendapatan Asli Daerah masih belum merata,” pungkasnya.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.