11 August 2026

Get In Touch

Siswa TK hingga SMP di Pontianak Diliburkan, Akibat Asap  Karhutla  

Ilustrasi kabut asap akibat karhutla di Kota Pontianak, hingga siswa TK sampai SMP diliburkan. (foto:ist/CNN Indonesia/Ant)
Ilustrasi kabut asap akibat karhutla di Kota Pontianak, hingga siswa TK sampai SMP diliburkan. (foto:ist/CNN Indonesia/Ant)

PONTIANAK (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat, meliburkan sementara pembelajaran tatap muka menjadi dalam jaringan (daring) atau online bagi siswa TK, PAUD, SD, dan SMP, karena kualitas udara yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kabut asap sudah menyelimuti Kota Pontianak. Berdasarkan hasil pantauan alat pengukur kualitas udara Kota Pontianak yang berada di Kecamatan Pontianak Tenggara, kondisi udara tadi malam sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB berada dalam kategori tidak sehat," kata Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, di Pontianak, Senin (10/8/2026) mengutip CNN Indonesia, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, konsentrasi partikel udara pada periode tersebut berada di atas 200 mikrogram per meter kubik, sebelum turun menjadi kategori sedang pada sekitar pukul 08.00 WIB. 

Kondisi itu terjadi karena partikel asap cenderung lebih berat dan berada dekat permukaan pada malam hingga pagi hari.

"Hal ini menyebabkan kualitas udara pada malam hingga subuh hari menjadi sangat buruk, bahkan sampai dinyatakan tidak sehat," ujarnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak menerbitkan surat edaran agar siswa TK, PAUD, SD, dan SMP yang berada di bawah Pemerintah Kota Pontianak tidak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. 

Kegiatan belajar mengajar, untuk sementara dilakukan secara daring.

Pemerintah Kota Pontianak belum menetapkan batas waktu pasti penghentian pembelajaran tatap muka, kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara.

"Libur sekolah kita lakukan sambil menunggu perkembangan kondisi kualitas udara membaik. Kalau masih berada dalam kategori sedang, kita akan menormalkan kembali kegiatan pembelajaran," kata Edi.

Namun, pemerintah kota menyebut hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda penurunan kabut asap secara signifikan. 

Karena itu, masyarakat, khususnya anak-anak yang sensitif terhadap paparan asap, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus keluar rumah.

Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). 

Pemkot Pontianak juga telah meminta Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan pusat kesehatan masyarakat menyiapkan oksigen untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA.

"Untuk sementara, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, terjadi kenaikan sekitar lima persen. Nanti kita akan mengetahui lebih lanjut seberapa besar pengaruh kondisi ini terhadap penderita ISPA," ujarnya.

Wali Kota Edi mengungkapkan, adanya kenaikan kasus ISPA sekitar 5 persen

"Untuk sementara, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, terjadi kenaikan sekitar lima persen. Nanti kita akan mengetahui lebih lanjut, seberapa besar pengaruh kondisi ini terhadap penderita ISPA," paparnya.

Dia mengatakan, peningkatan kasus ISPA tersebut berdasarkan laporan sementara Dinas Kesehatan dan masih akan dievaluasi, untuk mengetahui dampak kondisi udara terhadap kesehatan masyarakat.

Wali Kota Edi, sebelumnya juga telah menetapkan status darurat karhutla, untuk memperkuat penanganan dan koordinasi lintas sektor. Pemkot Pontianak berkoordinasi dengan Pemprov Kalimantan Barat, pemerintah pusat, Forkopimda, hingga pihak swasta.

"Ini kita lakukan untuk memperkuat koordinasi penanganan bersama, baik dalam pencegahan kebakaran maupun penanganan dampak kesehatan masyarakat," kata Edi.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.