NEW DELHI (Lentera) - Ribuan pemuda yang menuntut reformasi dalam pelaksanaan ujian rekrutmen berunjuk rasa di Negara Bagian Jharkhand, India timur, Senin (10/8/2026).
Mengutip Antara, Selasa (11/8/2026), polisi mengamankan aksi demonstrasi itu menggunakan meriam air, untuk menghentikan para pelajar dan pencari kerja yang berunjuk rasa menuju gedung parlemen negara bagian tersebut.
Para pelajar di Jharkhand telah menggelar aksi protes selama berminggu-minggu, terkait dugaan “ketidakberesan” dalam pelaksanaan ujian. Beberapa peserta bahkan melakukan aksi mogok makan.
Para pelajar dan pencari kerja mulai berjalan menuju kompleks parlemen negara bagian, tetapi dihentikan oleh petugas keamanan yang menggunakan meriam air untuk membendung pergerakan mereka.
Pemerintah negara bagian yang dipimpin oleh partai regional, berseberangan dengan Perdana Menteri Narendra Modi itu telah menggelar beberapa putaran perundingan dengan kelompok mahasiswa.
Namun, para demonstran menuntut, agar penyelidikan dilakukan oleh lembaga federal. Sementara itu, pemerintah mengatakan telah memenuhi 98 persen tuntutan para demonstran.
Salah satu tuntutan utama para pelajar dan pencari kerja itu, adalah reformasi terhadap lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas proses rekrutmen di negara bagian tersebut.
Aksi protes di Jharkhand ini terjadi setelah demonstrasi nasional yang berlangsung selama beberapa pekan pada bulan lalu.
Para demonstran menuntut, pencopotan Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan terkait dugaan kebocoran soal ujian dan berbagai ketidakberesan dalam sistem pendidikan di negara tersebut.
Aksi tersebut dipimpin oleh Cockroach Janta Party, partai politik yang baru dibentuk sebagai respons terhadap pernyataan kontroversial ketua Mahkamah Agung India, yang menyamakan kaum muda pengangguran dengan kecoak.
Cockroach Janta Party, Senin, menyatakan polisi masih menyelidiki kasus terhadap sejumlah mahasiswa yang ikut dalam aksi protes di New Delhi pada Juli. Meskipun pemerintah telah sepakat untuk menghentikan proses hukum terhadap mereka, lapor Bloomberg Television mengutip juru bicara partai, Ashutosh Ranka.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
