17 August 2026

Get In Touch

Lahan Perhutani di Gunung Geger Malang Terbakar, Luas Area Capai 12 Hektare

Upaya pemadaman karhutla di Gunung Geger, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jumat (14/8/2026). (foto: Pusdalops PB BPBD Kab. Malang)
Upaya pemadaman karhutla di Gunung Geger, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jumat (14/8/2026). (foto: Pusdalops PB BPBD Kab. Malang)

MALANG (Lentera) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Geger, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jumat (14/8/2026). Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 12 hektare.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, kebakaran diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat yang melintas di Jalan Raya Gunung Geger, Desa Sumberrejo, sekitar pukul 13.30 WIB.

"Kebakaran terjadi pada lahan perkebunan jati milik Perhutani di Petak GHI. Api membakar sejumlah vegetasi di kawasan tersebut, terutama rumput kering, daun jati, dan semak-semak," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, melalui keterangan resminya, Jumat (14/8/2026).

Menurut Purwoto, kondisi tersebut sempat berdampak terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi. Petugas kemudian melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas.

"Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Malang, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang, Perhutani, Polsek Pagak, Koramil Pagak, serta sejumlah unsur pendukung lainnya," terangnya.

Lebih lanjut, Purwoto menyebutkan kebutuhan air untuk proses pemadaman tercukupi melalui dukungan Damkar Kabupaten Malang. Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang, kebakaran telah berhasil dipadamkan dan tidak ditemukan lagi bara api per pukul 16.25 WIB.

"Setelah penanganan selesai, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi juga dilaporkan kembali normal," katanya. 

Purwoto juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. BPBD Kabupaten Malang juga mencatat prakiraan nilai kerugian akibat kebakaran masih nihil. "Perkembangan informasi terkait kejadian tersebut akan disampaikan melalui pembaruan laporan apabila terdapat perkembangan lebih lanjut," pungkasnya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.