24 August 2026

Get In Touch

Emil Dardak Kembali Maju Sebagai Calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim

Emil Elestianto Dardak saat mendaftar sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Kamis (20/8/2026).
Emil Elestianto Dardak saat mendaftar sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Kamis (20/8/2026).

SURABAYA (Lentera) – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Kamis (20/8/2026). Langkah itu menegaskan keseriusannya kembali memimpin partai berlambang mercy tersebut untuk periode 2026–2031.

Pendaftaran dilakukan di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim dan menjadi bagian dari rangkaian persiapan Musyawarah Daerah (Musda) VII Demokrat Jatim yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Agustus 2026. Emil diiringi dukungan dari sejumlah Ketua DPC Demokrat kabupaten/kota di Jawa Timur yang menjadi salah satu modal untuk kembali melanjutkan kepemimpinan di tingkat provinsi.

"Saya pribadi dengan segala kerendahan hati merasa sangat terhormat dari komunikasi hati ke hati dengan segenap ketua DPC. Kami mengakui segala kekurangan dalam perjalanan memimpin Partai Demokrat," ujar Emil.

Emil menyebut pencalonan ini merupakan bagian dari kesepakatan kolektif bersama para pimpinan cabang yang menginginkan Demokrat Jatim bergerak lebih baik pada periode mendatang. "Di saat yang sama, dengan semangat menyongsong masa depan yang lebih baik lagi bagi Partai Demokrat, kami mantap melangkahkan kaki bersama dengan ketua-ketua DPC untuk mengikuti Musda ke-VII Partai Demokrat Jawa Timur," katanya.

Emil mengatakan jika kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim, akan memastikan penguatan organisasi hingga tingkat paling bawah akan menjadi salah satu agenda utama. Ia menilai partai tidak cukup hanya memiliki struktur di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kekuatan organisasi harus benar-benar hadir hingga akar rumput, termasuk anak ranting.

"Kita ingin memperkuat struktur kita sampai ke akar rumput, dalam hal ini anak ranting," tegasnya.

Emil juga mengingatkan bahwa Jawa Timur memiliki karakter wilayah yang sangat beragam. Karena itu, pola pendekatan politik tidak bisa dibuat seragam untuk seluruh daerah. "Setiap daerah punya kekhususannya masing-masing. Saya tidak bisa menyamakan Bojonegoro dengan Bondowoso," jelasnya.

Kemudian, Emil juga memberikan perhatian khusus terhadap pola kerja kader di tengah masyarakat. Ia menilai partai politik tidak boleh baru terlihat ketika momentum Pemilu maupun Pilkada semakin dekat. Menurutnya, keberadaan kader harus dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kader Demokrat dituntut mampu menjadi bagian dari solusi ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan.

"Jangan pas lagi nyari suara saja. Justru hari inilah kita ini harus betul-betul hadir di tengah masyarakat," kata Emil.

Ia menyebut sejumlah kader Demokrat selama ini telah terlibat membantu masyarakat, mulai dari persoalan pengobatan hingga menghadapi kekeringan.

Dalam pencalonannya, Emil sekaligus menegaskan komitmennya untuk tetap berada dalam garis perjuangan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menyebut konsolidasi antara struktur DPD, DPC hingga DPP menjadi hal penting untuk menjaga soliditas partai.

"Kami tentunya ingin untuk mendukung kepemimpinan beliau. Bersama-sama kita sebagai satu bahtera kapal Partai Demokrat di bawah nakhoda Bapak Agus Harimurti Yudhoyono, kita akan berjuang untuk mengabdi kepada masyarakat," ujarnya.

Selain soliditas, Emil juga menekankan pentingnya keterbukaan partai terhadap kritik. Menurutnya, Demokrat harus mampu mendengarkan suara masyarakat dan tidak membangun jarak dengan berbagai masukan.

Musda VII Demokrat Jatim yang dijadwalkan pada 28–29 Agustus 2026 nantinya menjadi forum penentuan arah kepemimpinan partai di Jawa Timur untuk lima tahun ke depan.

Bagi Emil, kontestasi tersebut bukan sekadar soal siapa yang memimpin organisasi. Lebih jauh, Musda menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memastikan Demokrat tetap memiliki kedekatan dengan masyarakat Jawa Timur.

Dengan membawa agenda penguatan struktur hingga anak ranting, memperbesar peran DPC, serta mendorong kader hadir di tengah persoalan masyarakat, Emil ingin periode berikutnya menjadi kelanjutan dari upaya membangun Demokrat Jatim yang semakin solid dan responsif. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.