PALANGKA RAYA (Lentera) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya terus menggencarkan sosialisasi mengenai pembentukan operasional Bank Sampah, salah satunya Bank Sampah Bahalap Barasih di Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya,
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi mengatakan pembentukan bank sampah merupakan langkah strategis, untuk meningkatkan partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, dan recycle).
"Dengan hadirnya Bank Sampah Bahalap Barasih, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya semakin meningkat," papar Hasan, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan sosialisasi diisi dengan edukasi tata cara memilah sampah dari rumah berdasarkan jenisnya. Masyarakat diperkenalkan pada sistem kategorisasi agar pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dapat dilakukan secara lebih mudah dan terarah.
Hasan berharap, nantinya masyarakat mampu memilah sampah sejak dari rumah, sehingga sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai guna dapat diubah menjadi barang bernilai ekonomis.
"Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi warga, tetapi juga bertujuan menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan berkelanjutan," tuturnya.
Melalui pengelolaan sampah yang tepat, dinilai efektif mencegah penumpukan sampah yang berpotensi memicu masalah lingkungan maupun kesehatan.
Hasan mengajak, seluruh lapisan masyarakat untuk bersama wujudkan Palangka Raya yang bersih, hijau, dan lestari, dengan menerapkan kebiasaan memilah serta menabung sampah. Dengan langkah sederhana ini dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai budaya sehari-hari, akan membawa dampak luar biasa bagi masa depan kota.
"Dengan hadirnya Bank Sampah Bahalap Barasih, kita berharap budaya hidup bersih dan sehat tertanam semakin kuat di tengah masyarakat Kota Palangka Raya," pungkas Hasan.
Reporter: Novita/Editor: Ais





.jpg)
