18 September 2026

Get In Touch

BNPB: Karhutla Masih Terjadi di Enam Provinsi di Kalimantan dan Sumatera

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan perkembangan penanggulangan karhutla , Jakarta, Kamis (17/9/2026)
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan perkembangan penanggulangan karhutla , Jakarta, Kamis (17/9/2026)

JAKARTA (Lentera) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di enam provinsi prioritas wilayah Kalimantan dan Sumatera hingga Rabu (16/9/2026).

“Kita melihat kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia. Penanganan terus dilakukan di wilayah terdampak,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Kamis (17/9/2026).

Luas karhutla di kawasan Kalimantan Barat sekitar 48.659,43 hektare. BNPB mencatat tujuh fire spot dengan estimasi luas terbakar sekitar 122,9 hektare.

BNPB  mengatakan sudah sekitar 65,6 hektare berhasil dipadamkan, sedangkan 57,3 hektare masih membutuhkan penanganan. Pemadaman kembali dilakukan dengan harapan tidak muncul titik api baru.

“Kemarin kami mendapati tujuh titik api dengan luas lahan terbakar sebesar 122,9 hektare. Yang berhasil dipadamkan sebesar 65,6 hektare lebih,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa jarak pandang masih kurang dari satu kilometer di sejumlah daerah. Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Supadio Pontianak.

Kemudian di Kalimantan Tengah setidaknya total luas lahan terbakar mencapai sekitar 16.197,70 hektare. Sebanyak 94 fire spot ditemukan dengan estimasi luas terbakar sekitar 218,7 hektare.

Dia menandaskan sekitar 108,7 hektare telah berhasil dipadamkan melalui operasi darat dan udara. Sementara sekitar 110 hektare masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Sebanyak 4.686 personel satgas darat dikerahkan untuk penanganan. Dukungan udara terdiri atas dua unit patroli dan enam unit water bombing.

Di Kalimantan Selatan, total luas terbakar tercatat sekitar 19.633,39 hektare. Sebanyak 36 fire spot ditemukan dengan estimasi luas terbakar mencapai 131,81 hektare. Sekitar 95,81 hektare berhasil dipadamkan melalui operasi darat dan udara. Sementara sekitar 36 hektare masih menjadi sasaran pemadaman lanjutan.

“Kalimantan Selatan ditemukan 36 titik api dengan luas lahan terbakar 131 hektare lebih. Sebagian besar sudah berhasil dipadamkan,” ujarnya melansir RRI.

Kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Jarak pandang di Bandara Internasional Syamsudin Noor tercatat kurang dari enam kilometer. Meski demikian, aktivitas penerbangan masih berjalan normal. Penanganan melibatkan 3.747 personel satgas darat.

Dia juga menyebutkan untuk total luas kebakaran di Sumatra Selatan tercatat sekitar 6.552,31 hektare. Kemuudian ditemukan 24 fire spot dengan estimasi luas terbakar sekitar 531,31 hektare.

Sekitar 244,06 hektare telah berhasil dipadamkan. Sementara sekitar 287,25 hektare masih membutuhkan penanganan lanjutan.

“Per kemarin luas lahan terbakar sekitar 531 hektare lebih dengan 24 titik api. Yang berhasil dipadamkan sekitar 244 hektare,” katanya.

Di Jambi, total luas lahan terbakar tercatat sekitar 3.048,68 hektare. Sebanyak 39 fire spot ditemukan dengan estimasi luas terbakar sekitar 106,5 hektare. Sekitar 65 hektare berhasil dipadamkan melalui operasi darat dan udara. Sementara 41,5 hektare masih membutuhkan penanganan.

“Di Jambi ditemukan 39 titik api dengan luas lahan terbakar sekitar 106 hektare lebih. Yang berhasil dipadamkan sekitar 65 hektare,” ujarnya.

Jarak pandang pada pagi hari turun hingga kurang dari satu kilometer. Kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Kondisi tersebut membuat penerbangan belum sepenuhnya normal. Sejumlah penerbangan hingga kini masih mengalami penundaan.

Penanganan diperkuat 5.984 personel satgas darat. Sementara itu, dukungan udara terdiri atas dua unit patroli dan empat unit water bombing.

Sementara di Riau, total luas lahan terbakar tercatat sekitar 20.015,36 hektare. Sebanyak 21 fire spot ditemukan dengan estimasi luas terbakar sekitar 53,29 hektare. Sekitar 29,49 hektare berhasil dipadamkan. Sementara sekitar 23,80 hektare masih membutuhkan penanganan.

BNPB juga mencatat penanganan kebakaran juga berlangsung di luar enam provinsi prioritas. Kawasan Bromo dan Gunung Butak mendapat dukungan satu helikopter water bombing.

Kebakaran di Putri Cempo, Jawa Tengah, dilaporkan telah terkendali. Sebelumnya, area terbakar mencapai sekitar 400 meter persegi.

Di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, luas terbakar mencapai sekitar 106 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 26 hektare telah berhasil dipadamkan.

Kebakaran juga terjadi pada enam kecamatan di Sulawesi dengan luas sekitar 423 hektare. Sekitar 237 hektare lebih telah berhasil dipadamkan. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.