17 September 2026

Get In Touch

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG

Kepala BGN Sudaryono saat Raker bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Kepala BGN Sudaryono saat Raker bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

JAKARTA (Lentera) - Badan Gizi Nasional (BGN) mencoret 1.653 sekolah dari daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan akan dialihkan ke wilayah yang lebih membutuhkan, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Sudah kami umumkan sebanyak 1.653 sekolah ditetapkan tidak lagi menerima MBG dan layanan akan semakin diarahkan ke kelompok yang membutuhkan termasuk wilayah 3T dan daerah dengan kebutuhan intervensi gizi yang tinggi karena status stunting yang tinggi dan tinggi sekali," ucap Kepala BGN Sudaryono saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Sudaryono mengatakan langkah ini merupakan bagian dari penataan sasaran penerima manfaat MBG. Program akan semakin diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan intervensi gizi, terutama wilayah dengan angka stunting tinggi.

Dia menegaskan, berkurangnya jumlah penerima manfaat akibat evaluasi tersebut bukan berarti program MBG dihentikan. Menurut dia, langkah itu merupakan bagian dari pembenahan agar perluasan program lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Jadi selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti, ini merupakan bagian dari proses pembenahan agar ekspansi MBG berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," tuturnya melansir Inews.

Sudaryono mengatakan, BGN akan memprioritaskan layanan MBG di wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting yang tinggi. Perluasan layanan akan dimulai dari wilayah di luar Pulau Jawa sebelum dilanjutkan ke daerah lain yang dinilai membutuhkan.

"Dimulai dari luar Pulau Jawa dan kemudian kami ke wilayah-wilayah lain yang memang membutuhkan termasuk di dalam Pulau Jawa kita mulai tahapannya dari mulai yang paling membutuhkan terlebih dahulu," ucapnya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.