PALANGKA RAYA (Lentera) - Ditengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum mereda, pembasahan lahan yang dilakukan malam hari dinilai krusial, karena tiupan angin kencang kerap memicu kembali titik api yang sebelumnya dianggap padam.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, bahkan turun langsung ke lapangan pada Selasa malam, 22 September 2026, untuk memimpin pembasahan lahan di sekitar area karhutla, di sejumlah titik wilayah setempat, yang dinilai api masih berpotensi untuk menyala kembali.
Kegiatan ini melibatkan jajaran Perangkat Daerah (PD) terkait, dengan mengerahkan personel, kendaraan operasional, dan sumber daya pendukung untuk memperkuat tim lapangan.
“Angin sekitar pukul 20.00 WIB sampai 23.00 WIB cenderung kencang, yang bisa memicu munculnya titik api baru, karena itu meskipun lahan terbakar yang sebelumnya sudah padam, perlu dilakukan pembasahan kembali,” papar Fairid, Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, upaya pembasahan difokuskan pada lahan gambut yang berada di dekat kawasan permukiman warga guna mencegah bara api di bawah permukaan menyebar.
Untuk memaksimalkan penanganan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya mengerahkan 13 unit mobil operasional yang dibagi ke dalam tiga titik rawan berdasarkan pemetaan konsentrasi api.
"Pembasahan dilakukan malam hari di sekitar permukiman, tujuannya agar api tidak kembali menyala dan menyasar rumah warga, kami ingin memastikan pemukiman warga benar-benar aman,” tegasnya.
Salah satu lokasi penanganan berada di kawasan Jalan Mahir Mahar. Berdasarkan informasi, pada siang hari api terlihat sudah padam, namun saat pemeriksaan malam hari ternyata api kembali menyala.
“Kita tidak boleh lengah, karena sudah terjadi di Jalan Mahir Mahar, dimana api tampak sudah padam, tetapi ketika dilakukan pengecekan ternyata api menyala kembali,” ungkapnya.
Selain itu Fairid meminta seluruh personel yang bertugas, wajib menjalani pemeriksaan medis sebelum ikut terjun ke lapangan untuk memadamkan api.
"Saya mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan para petugas di tengah paparan kabut asap dan bahaya yang harus dihadapi saat bertugas melakukan pemadaman karhutla," pungkasnya.
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH





.jpg)
