29 September 2026

Get In Touch

Sewakan Aset Pemkab, Bupati Madiun Dorong 200 Lebih Produk UMKM Masuk Ritel Modern

Bupati Madiun Hari Wurvanto bersama Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi saat menghadiri pembukaan gerai Alfamart di kawasan aset Pemkab Madiun, Senin (28/9/2026). Pemkab Madiun mendorong optimalisasi aset daerah sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM
Bupati Madiun Hari Wurvanto bersama Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi saat menghadiri pembukaan gerai Alfamart di kawasan aset Pemkab Madiun, Senin (28/9/2026). Pemkab Madiun mendorong optimalisasi aset daerah sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM

MADIUN (Lentera) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, dengan menyewakannya kepada jaringan ritel modern Alfamart. Gerai baru tersebut resmi beroperasi di kawasan Alun-Alun Utara, Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengatakan pemanfaatan aset daerah tersebut diharapkan memberikan manfaat ganda. Selain menambah pendapatan asli daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset, kerja sama itu juga diarahkan untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat, serta memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

“Kita mengoptimalkan aset yang kita miliki supaya bisa meningkatkan PAD. Di samping itu, ada komitmen bahwa mereka harus bisa menampung tenaga kerja kita dan produk-produk UMKM kita harus bisa masuk ke outlet Alfamart,” kata Hari, Senin (28/9/2026).

Menurut Hari, kerja sama antara Pemkab Madiun dan Alfamart tidak berhenti pada pemanfaatan aset. Pemerintah daerah juga mendorong agar produk UMKM Kabupaten Madiun dapat masuk ke jaringan ritel modern tersebut.

Saat ini, lebih dari 200 produk UMKM lokal telah dipasarkan melalui jaringan Alfamart. Pemkab Madiun terus melakukan pendampingan agar produk yang dihasilkan pelaku UMKM memenuhi standar pasar ritel modern.

Pendampingan tersebut antara lain mencakup perbaikan kemasan, kualitas produk, kapasitas produksi, hingga ketahanan masa simpan atau shelf life.

“Memang kita perlu peningkatan kualitas daripada produk-produk kita, termasuk packing-nya juga harus kita perhatikan. Kemudian diharapkan minimal daya tahannya bisa sampai enam bulan,” ujar Hari.

Pemkab Madiun juga menyiapkan, program inkubator bisnis untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Langkah ini dinilai penting karena masuk ke jaringan ritel modern membutuhkan konsistensi kualitas sekaligus kemampuan memenuhi permintaan pasar.

Sementara itu, Corporate Affair Alfamart, Yuli Hartono mengatakan pembukaan gerai baru tersebut didasarkan pada hasil survei terhadap potensi bisnis di lokasi.

Kawasan Alun-Alun Utara dinilai memiliki posisi strategis, karena menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi yang cukup tinggi.

“Secara bisnis dan hasil survei kami, lokasinya sangat strategis dan masuk untuk dibuka gerai,” kata Yuli.

Menurutnya, kehadiran gerai baru tersebut diharapkan turut meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar alun-alun.

Selain membuka gerai, Alfamart juga berkomitmen memberikan ruang bagi produk UMKM lokal. Perusahaan secara berkala melakukan kurasi terhadap produk yang akan dipasarkan melalui jaringan gerai.

Kurasi dilakukan dengan melihat sejumlah aspek, antara lain kualitas dan kemasan produk, kemampuan pelaku usaha memenuhi permintaan, serta kepastian pasokan.

“Kami juga rutin menggelar kurasi produk UMKM lokal dari sisi kemasan hingga kepastian kapasitas suplai agar semakin banyak produk lokal yang bisa dipasarkan,” ujar Yuli.

Bagi Pemkab Madiun, kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi mempertemukan aset pemerintah daerah, sektor usaha, dan pelaku UMKM.

Pemanfaatan aset melalui skema kerja sama dengan pihak swasta diharapkan dapat mengubah aset daerah menjadi sumber penerimaan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, masuknya produk UMKM ke jaringan ritel modern menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha. Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang layak jual, tetapi juga harus mampu menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan.

Pemkab Madiun menargetkan, pola kemitraan tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar ritel modern.

Dengan demikian, pemanfaatan aset daerah tidak sekadar berorientasi pada penerimaan sewa, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan perluasan pasar bagi UMKM.

 

Repoter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais

 

 

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.