07 October 2026

Get In Touch

Update Kasus Dugaan Keracunan PPDS di RSUD Dr Soetomo: Seluruh Pasien Sudah Dinyatakan Membaik

Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa (tengah), saat menjelaskan terkait dugaan keracunan PPDS.
Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa (tengah), saat menjelaskan terkait dugaan keracunan PPDS.

SURABAYA (Lentera) – Seluruh peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dan petugas yang sebelumnya menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan, kini telah dinyatakan membaik.

Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan sebagian besar peserta PPDS dan petugas cleaning service yang sempat dirawat di RSUD Dr Soetomo sudah diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah.

“Saat ini sudah tidak ada lagi yang dirawat di rumah sakit. Gejala-gejalanya sudah membaik semua,” kata Prof. Cita saat konferensi pers, Selasa (29/9/2026).

Selain pasien yang dirawat di RSUD Dr Soetomo, satu petugas cleaning service yang sebelumnya dipindahkan dari Rumah Sakit Gotong Royong ke RSUD Dr Soetomo pada Selasa (29/9/2026) pagi juga telah dinyatakan dalam kondisi baik dan diperbolehkan pulang.

"Jadi, sudah tidak ada lagi yang dirawat di rumah sakit," tambahnya.

Prof. Cita menjelaskan, pihak rumah sakit tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi para peserta PPDS dan petugas yang sebelumnya mengalami keluhan. Pemantauan dilakukan secara berkala, termasuk melalui komunikasi melalui WhatsApp.

“Kami terus melakukan pemantauan melalui WhatsApp. Sejak kemarin kami melakukan pemantauan terhadap pasien-pasien tersebut dan alhamdulillah hari ini kondisinya baik semua,” ujarnya.

Pemantauan tersebut masih akan dilakukan hingga sekitar pukul 02.00 untuk memastikan tidak muncul kembali keluhan atau gejala pada mereka yang telah diperbolehkan pulang.

Terkait jumlah orang yang mengalami keluhan, Prof. Cita meluruskan informasi mengenai angka 178 orang. Menurutnya, jumlah tersebut tidak seluruhnya merupakan peserta PPDS.

Dari total 178 orang yang masuk dalam pendataan, terdapat enam orang yang merupakan karyawan RSUD Dr Soetomo. "Mereka termasuk petugas yang turut mengonsumsi makanan dalam bentuk nasi kotak yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut," tuturnya.

Sementara terkait menu makanan yang dikonsumsi, Prof. Cita menyebut nasi kotak tersebut antara lain berisi telur rebus, sayur, acar dan daging berupa rendang.

Menurutnya, terdapat peserta yang memilih makanan tertentu karena merupakan vegetarian. Mereka yang hanya mengonsumsi telur dan sayuran disebut tidak mengalami keluhan.

Meski demikian, Prof. Cita menegaskan pihak rumah sakit belum dapat memastikan jenis makanan maupun proses pengolahan sebagai penyebab munculnya keluhan tersebut.

“Mungkin dari pengolahan, tetapi kita tentu tidak bisa memastikan sebelum ada hasil laboratorium. Jadi, itu hanya dugaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, prioritas rumah sakit saat ini adalah memastikan seluruh peserta maupun petugas yang mengalami keluhan memperoleh penanganan yang diperlukan.

Sementara untuk memastikan penyebab kejadian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. "Penyebab pasti belum dapat disimpulkan. Oleh karena itu, kejadian ini masih disebut sebagai dugaan keracunan atau gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," tuturnya.

Di sisi lain, panitia juga akan melakukan evaluasi terhadap konsumsi yang diberikan kepada peserta. Evaluasi tersebut akan dikoordinasikan bersama pihak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

“Dari panitia sendiri akan melakukan evaluasi tentang konsumsi. Bu Dekan tadi ada di sini, kemudian harus menuju rektorat untuk melakukan koordinasi. Nanti keputusan akan disampaikan oleh Bu Dekan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 172 dari 289 peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti kegiatan Pra-pendidikan (Pradik) di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 RSUD Dr. Soetomo, Senin (28/9/2026).

Keluhan yang dirasakan peserta antara lain mual, muntah, dan pusing. RSUD Dr. Soetomo masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.  (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.