07 October 2026

Get In Touch

Dugaan Keracunan PPDS di RSUD Dr Soetomo, Unair Pastikan Konsumsi Berasal dari Pihak Eksternal

Koordinator Media dan Branding Pusat Humas dan Protokoler Unair, Gesang Manggala Nugraha Putra.
Koordinator Media dan Branding Pusat Humas dan Protokoler Unair, Gesang Manggala Nugraha Putra.

SURABAYA (Lentera) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) memastikan makanan yang dikonsumsi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dalam kegiatan pra-pendidikan (Pradik) dan diduga berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan bukan berasal dari dapur internal FK Unair.

Koordinator Media dan Branding Pusat Humas dan Protokoler Unair, Gesang Manggala Nugraha Putra, mengatakan makanan tersebut disediakan oleh pihak eksternal.

“Bisa kami pastikan bahwa makanannya bukan berasal dari dapur FK Unair sebagai institusi, tetapi dari penyedia pihak luar,” kata Gesang saat konferensi pers, Selasa (29/9/2026).

Meski demikian, pihaknya belum menentukan langkah terhadap pihak penyedia makanan tersebut. Pihaknya, masih akan melakukan evaluasi setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar untuk memastikan penyebab munculnya keluhan pada peserta PPDS dan sejumlah petugas yang mengonsumsi makanan tersebut.

“Kami tentu saja tidak bisa menentukan tindak lanjut sekarang karena menunggu hasil laboratorium yang tadi sudah disebutkan oleh Bu Direktur (Prof. Cita). Setelah itu baru kami akan melakukan evaluasi,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, FK Unair menghentikan sementara kegiatan pra-pendidikan pada Selasa (29/9/2026). Untuk kegiatannya sendiri berlangsung mulai 7 September - 2 Oktober 2026.

“Tindak lanjut yang kami lakukan sekarang adalah menghentikan sementara kegiatan pra-pendidikan untuk hari ini dan menunggu koordinasi lanjutan,” jelasnya.

Terkait penyedia makanan, Unair menegaskan pihaknya tidak selalu menggunakan satu penyedia yang sama untuk setiap kegiatan. Dalam hal ini, Unair memiliki sejumlah penyedia makanan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan kegiatan.

“Sebagai sebuah institusi, kami tidak boleh kemudian bekerja sama hanya dengan satu penyedia saja. Tentunya ada beberapa penyedia,” katanya.

Namun, ketika ditanya apakah makanan yang dikonsumsi peserta PPDS tersebut berasal dari penyedia yang sama sejak awal pelaksanaan prapendidikan pada September 2026, pihak Unair belum dapat memberikan informasi lebih detail. “Kami belum tahu informasi detail tentang penyedianya. Mohon waktu, nanti kami koordinasi lagi,” ujarnya.

Gesang juga menjelaskan makanan yang dibagikan kepada peserta bukan berasal dari katering dalam bentuk layanan prasmanan, melainkan berupa nasi kotak.

Sebelumnya, Direktur RSUD Dr Soetomo, Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menyampaikan seluruh peserta PPDS maupun petugas yang sempat menjalani perawatan setelah mengalami keluhan kini telah membaik dan diperbolehkan pulang.

Saat ini, RSUD Dr Soetomo masih melakukan pemantauan terhadap kondisi mereka dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.