SURABAYA (Lentera) -Pemandangan tak biasa terjadi di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok pada Senin (28/9/2026).
Seragam loreng tentara terlihat membantu mengangkut dan memilah tumpukan koper penumpang yang mengular sejak akhir pekan lalu.
Pengerahan personel militer ini terpaksa dilakukan setelah banjir besar yang merendam Bangkok membuat banyak staf penanganan darat atau ground handling tidak bisa berangkat kerja.
Akibat kekurangan personel tersebut, proses penanganan bagasi terganggu dan menyebabkan penundaan penerbangan selama akhir pekan.
Tentara dikerahkan di Bandara
Dikutip dari Bangkok Post, Selasa (29/9/2026), petugas bandara bahkan harus mendata penumpang yang tidak bisa menunggu lebih lama di bandara dan mengatur pengantaran bagasi langsung ke tempat akomodasi mereka.
Menteri Pertahanan Thailand, Letnan Jenderal Adul Boonthamcharoen, mengatakan pada Senin pagi (28/9/2026), bahwa ia telah menerima laporan mengenai krisis kekurangan personel tersebut.
Ia menyatakan akan segera memeriksa situasi di lapangan sebelum menugaskan personel pertahanan untuk membantu operasi darat.
Senada dengan itu, laporan The Thaiger menyebutkan banjir parah di berbagai wilayah menjadi penyebab utama kru darat Thai Airways International, yang bertanggung jawab atas penanganan bagasi, kesulitan menuju bandara.
Dampaknya dirasakan langsung oleh penumpang. Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Phancharoenworakul, pada Minggu (27/9/2026) malam mengungkapkan baik penumpang domestik maupun internasional terdampak.
"Beberapa penumpang harus menunggu empat hingga enam jam untuk mendapatkan bagasi mereka," ujarnya seperti dikutip dari The Nation Thailand.
Surasak menjelaskan, Thai Airways yang menangani operasi bagasi saat ini telah dibantu oleh personel angkatan udara.
Selain itu, karyawan dari departemen lain juga dialihkan tugasnya untuk mempercepat proses pemilahan bagasi.
Untuk mengantisipasi penumpukan serupa, ia menyarankan maskapai memperkenalkan sistem kode QR guna mempercepat proses registrasi pengiriman bagasi ke hotel atau penginapan penumpang.
Bangkok tetapkan status daerah bencana
Banjir yang melumpuhkan bandara ini dipicu oleh curah hujan ekstrem. Pemerintah Metropolitan Bangkok menetapkan ibu kota sebagai daerah terdampak bencana pada hari Sabtu (27/9/2026).
Keputusan itu diambil setelah hampir 300 milimeter atau sekitar 12 inci curah hujan mengguyur kota selama 48 jam. Genangan merendam jalan-jalan utama dan membuat sejumlah mobil terendam sebagian, demikian laporan Reuters.
Pada hari Minggu, genangan air dilaporkan mulai surut seiring meredanya hujan. Namun, sejumlah warga masih dilaporkan terjebak di dalam rumah mereka.
Banjir ini terjadi di tengah upaya Thailand mengejar target pariwisata. Sebagai negara kedua yang paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara, Thailand mencatat 22,1 juta wisatawan asing dalam periode 1 Januari hingga 19 September, turun 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah Thailand sendiri menargetkan kedatangan 33 juta wisatawan hingga akhir tahun ini (*)
Kompas/Kompas





.jpg)
