SURABAYA (Lentera) - Masyarakat Surabaya kini memiliki alternatif beras premium dengan harga yang lebih terjangkau. Beras premium Perum Bulog dipasarkan dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni Rp14.900 per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan dan distribusi beras tersebut tetap berjalan.
Koordinasi dilakukan dengan memantau stok, harga, hingga lokasi penjualan beras premium Bulog. Pemkot juga melakukan pemantauan terhadap distribusi di lapangan untuk menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.
“Pemkot Surabaya juga melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan distribusi di lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan dan ketersediaan beras bagi masyarakat,” kata Nanik, Rabu (30/9/2026).
Untuk wilayah Surabaya, Bulog Cabang Surabaya menyediakan beras premium sebanyak 5 ton per bulan. Beras tersebut disalurkan melalui sejumlah titik, baik pasar tradisional maupun jaringan ritel modern.
Di pasar tradisional, beras premium Bulog antara lain tersedia di Pasar Soponyono, Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, dan Pasar Pucang.
Nanik mengatakan, keberadaan beras premium Bulog dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang tetap ingin mengonsumsi beras dengan kualitas premium namun perlu menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.
“Di tengah meningkatnya harga beras premium, masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan alternatif beras premium Bulog yang dapat menjadi pilihan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Menurutnya, beras premium Bulog telah memenuhi standar kualitas sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
“Masyarakat tidak perlu ragu untuk memilih beras premium Bulog sebagai alternatif. Pilihan beras yang berkualitas tidak selalu harus berasal dari produk dengan harga tertinggi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
