01 October 2026

Get In Touch

Prabowo Pilih Letjen TNI M Saleh Mustofa jadi Wamentan Gantikan Sudaryono

Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa di Mabes AD, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026). (foto:ist/dok.Ant/Dispen TNI AD)
Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa di Mabes AD, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026). (foto:ist/dok.Ant/Dispen TNI AD)

JAKARTA (Lentera) - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustofa, sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dalam rangkaian pelantikan pejabat kabinet Merah Putih sisa masa jabatan periode 2024-2029 di Istana Negara, Kamis (1/10/2026).

Saleh Mustofa mengisi jabatan Wamentan, yang sebelumnya kosong hampir tiga bulan setelah Sudaryono dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Juli.

Mengutip Antara, selain Saleh Mustofa, Presiden Prabowo juga melantik sejumlah menteri koordinator, menteri, wakil menteri dan kepala badan lainnya dalam agenda resmi pengisian jabatan pemerintahan guna memperkuat pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Sebelum pelantikan dimulai, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah janji jabatan kepada para pejabat yang dilantik sesuai agama masing-masing sebagai bagian dari proses resmi pengangkatan anggota kabinet Merah Putih sisa jabatan.

Dalam prosesi tersebut, Prabowo menanyakan kesediaan para pejabat untuk diambil sumpah janji menurut agama masing-masing sebelum menjalankan amanah sebagai menteri maupun wakil menteri pada periode pemerintahan yang masih berlangsung saat.

Para pejabat yang hadir kemudian menyatakan bersedia mengikuti sumpah janji jabatan yang dipimpin Presiden Prabowo setelah pertanyaan tersebut disampaikan dalam acara pelantikan resmi di Istana Negara Jakarta pada Kamis siang.

Profil Saleh Mustafa

Perjalanan panjang Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa memasuki babak baru setelah Presiden RI Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Pelantikan tersebut menempatkan sosok yang selama ini dikenal dari dunia operasi militer ke dalam ruang strategis pembangunan nasional, yakni memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan swasembada pangan.

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) itu dipercaya mengisi posisi Wakil Menteri Pertanian, yang sebelumnya kosong hampir tiga bulan setelah Sudaryono dilantik sebagai Kepala BGN.

Nama Muhammad Saleh Mustafa tidak asing di lingkungan TNI Angkatan Darat. Perwira tinggi kelahiran Ternate, Maluku Utara, 14 Maret 1969, tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam satuan tempur.

Lulusan Akademi Militer tahun 1991 itu mengawali pengabdiannya di kecabangan Infanteri Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan yang dikenal dengan tuntutan kemampuan kepemimpinan, strategi, dan ketangguhan di berbagai medan.

Pengalaman di lingkungan pasukan khusus menjadi fondasi awal bagi perjalanan karier Saleh, dalam mengemban berbagai tugas operasional hingga menduduki posisi strategis di tubuh TNI Angkatan Darat.

Sepanjang kariernya, Saleh terlibat dalam sejumlah penugasan operasi militer, mulai dari Operasi Seroja, Operasi Tinombala, operasi konflik Papua, hingga Operasi Damai Cartenz.

Berbagai medan penugasan tersebut membentuk pengalaman Saleh dalam menghadapi situasi kompleks, membangun koordinasi, serta mengambil keputusan dalam kondisi penuh tantangan.

Perjalanan Saleh di lingkungan militer terus berkembang dengan berbagai amanah kepemimpinan, baik di satuan operasional maupun struktur komando strategis TNI Angkatan Darat.

Sebelum dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 15 Agustus 2025, Saleh terlebih dahulu menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI sejak 24 Juli 2024.

Jabatan tersebut memberikan pengalaman dalam bidang pengawasan, pembinaan organisasi, serta memastikan tata kelola institusi berjalan sesuai aturan dan prinsip profesionalisme.

Sebelumnya, Saleh juga dipercaya memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), salah satu satuan strategis TNI Angkatan Darat dengan cakupan tugas besar dalam menjaga kesiapan operasional.

Ia menjadi salah satu Panglima Kostrad yang memiliki perjalanan karier unik, karena sebelumnya menduduki posisi Kepala Staf Kostrad sebelum dipercaya memimpin satuan tersebut.

Selain pengalaman di Kostrad, Saleh pernah mengemban tugas sebagai Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih pada periode April hingga Juli 2023.

Penugasan tersebut memperkuat pengalamannya dalam mengelola wilayah strategis dengan dinamika sosial, keamanan, dan pembangunan yang kompleks.

Medan Baru

Kini, Saleh Mustafa menghadapi medan pengabdian yang berbeda. Jika sebelumnya tantangan dihadapi melalui pendekatan komando dan operasi, saat ini ia dituntut berkontribusi dalam pembangunan pangan nasional.

Sebagai Wakil Menteri Pertanian, Saleh akan mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat produksi pertanian, menjaga ketersediaan pangan, serta mendorong tercapainya swasembada pangan.

Pengalaman memimpin organisasi besar menjadi modal untuk membangun koordinasi lintas sektor, terutama dalam menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan.

Di balik perjalanan militernya, Saleh Mustafa juga memiliki sisi lain sebagai sosok yang menaruh perhatian terhadap nilai budaya dan perdamaian masyarakat.

Pada 2016, ia meluncurkan buku berjudul "Menuai Damai di Tanah Poso" yang mengangkat peran kearifan lokal dalam membangun harmoni sosial.

Melalui tulisan tersebut, Saleh menunjukkan bahwa pendekatan budaya dan pemahaman terhadap masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan stabilitas dan pembangunan berkelanjutan. Dari medan operasi menuju sektor pangan, perjalanan Muhammad Saleh Mustafa kini memasuki panggung baru.

Pengalaman panjang dalam kepemimpinan menjadi bekal untuk mengawal salah satu agenda strategis bangsa, yakni mewujudkan swasembada pangan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.