SURABAYA (Lentera) – Komisi A DPRD Jawa Timur mendorong sinergi pemerintah pusat dan daerah, dalam menerapkan model pendidikan dan rehabilitasi pengguna narkoba berbasis teknologi hingga tingkat kabupaten/kota.
Anggota Komisi A DPRD Jatim, Soemarjono menilai kebijakan tersebut penting untuk menangani persoalan narkoba, khususnya yang menyasar kalangan remaja.
Menurut Soemarjono, kebijakan rehabilitasi berbasis teknologi dan pendidikan yang menyasar kalangan remaja merupakan langkah preventif sekaligus kuratif yang sangat mendesak untuk diterapkan di daerah-daerah, termasuk di Jawa Timur.
”Persoalan narkoba ini sudah menjadi ancaman nyata yang menyasar generasi muda kita, sehingga penanganannya tidak boleh lagi menggunakan cara-cara konvensional semata,” ungkapnya, Senin (05/10/2026).
Politisi Gerindra tersebut menambahkan, pelibatan institusi pendidikan tinggi, fakultas kedokteran, hingga Fakultas Psikologi seperti yang diarahkan pemerintah pusat akan menjadi modal kuat di daerah dalam memetakan dan memulihkan para korban narkotika secara ilmiah dan manusiawi.
Ia juga berharap, agar nantinya pemerintah pusat dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengaplikasikan model rehabilitasi berbasis teknologi tersebut hingga level kabupaten/kota.
”Anak-anak muda kita ini adalah aset masa depan bangsa. Ketika mereka terjerumus, negara wajib hadir tidak hanya untuk menyembuhkan, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak dan kembali produktif,” pungkasnya.
Diketahui, sebelumnya Presiden Prabowo memberikan instruksi agar pemerintah mempelajari best practice atau praktik terbaik yang telah diterapkan oleh negara-negara lain di dunia. Perhatian khusus diberikan pada model pendidikan dan rehabilitasi modern yang secara optimal telah memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan sains.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais





.jpg)
