SURABAYA (Lentera)– Polisi memastikan tidak menemukan bahan peledak dalam insiden ledakan yang terjadi di kawasan Perumahan San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi.
Dari hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kebocoran gas di salah satu ruko usaha kuliner sebagai penyebab ledakan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr Luthfie Sulistiawan mengatakan, sebelum ledakan terjadi, seorang koki yang sedang memasak sekitar pukul 07.00 WIB sempat mencium bau gas. Tak lama kemudian, terjadi ledakan yang menimbulkan getaran cukup kuat.
"Tadi sekitar pukul 07.00 ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," kata Luthfie usai meninjau lokasi, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, polisi bersama tim Jibom (penjinak bom) telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan tersebut, hingga saat ini tidak ditemukan kandungan bahan peledak.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi. Berdasarkan pemeriksaan awal tersebut, ledakan diduga kuat berkaitan dengan kebocoran gas.
"Jibom juga sudah melakukan olah TKP dan meyakinkan sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan yang berbau atau bahan peledak. Sehingga kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras akibat kebocoran gas tersebut," ujarnya.
Luthfie menambahkan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan titik dan penyebab kebocoran gas yang memicu ledakan.
Selain menimbulkan kerusakan bangunan, insiden tersebut menyebabkan lima orang menjadi korban. Seluruh korban telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya. "Mudah-mudahan segera
diberikan kesembuhan," kata Luthfie.
Sementara itu, dampak ledakan cukup luas. Polisi mencatat sedikitnya 41 bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan, dengan kerusakan yang paling banyak berupa pecahnya kaca.
Kuatnya getaran akibat ledakan membuat kaca pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi pecah. Polisi masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan.
"Untuk kerusakan yang terjadi di seputaran TKP ini terdata sampai saat ini ada kurang lebih 41 yang mengalami rusak berupa pecah kaca sebagian besar karena memang dari ledakan itu cukup menimbulkan getaran yang cukup kuat," jelasnya.
Luthfie menegaskan, kepolisian masih melanjutkan olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap secara pasti penyebab insiden tersebut.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





.jpg)
