07 October 2026

Get In Touch

Detik-detik Ledakan di San Antonio, Saksi Melihat: Korban Berlari dalam Kondisi Terluka

Kondisi ruko di Kawasan San Antonio usai ledakan. (Amanah/Lentera)
Kondisi ruko di Kawasan San Antonio usai ledakan. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera)- Ledakan yang terjadi di salah satu rumah makan di kawasan Perumahan San Antonio, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi, membuat warga dan pekerja di sekitar lokasi panik. 

Kaca bangunan berhamburan hingga ke seberang jalan, sementara sejumlah korban berlari mencari pertolongan.

Tito (21), karyawan Toko Yat Yet Sam yang berada di depan lokasi kejadian, mengaku masih bekerja seperti biasa ketika ledakan terjadi sekitar pukul 07.42 WIB.

Saat itu, ia bersama seorang rekannya sedang menunggu pesanan pelanggan. Seorang customer baru saja keluar dari toko dan menutup pintu ketika tiba-tiba terdengar ledakan keras.

“Pas baru buka pintu, terus sudah keluar, tutup pintu, ceklek, meledak,” ujar Tito, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, suara dan kekuatan ledakan cukup besar hingga membuat orang-orang di sekitar lokasi panik. Pecahan kaca dari bangunan di sekitar lokasi bahkan berhamburan hingga ke sisi seberang.

Ia sempat mengira ada bagian bangunan yang ambruk. Setelah memastikan bangunan tempatnya bekerja tidak roboh, Tito keluar dan melihat banyak pecahan kaca. Ia kemudian spontan mematikan gas di tokonya.

Tak lama kemudian, sejumlah karyawan dari usaha kuliner Tempong Dewi Sri yang berada di sekitar sumber ledakan berlari menuju tokonya. Menurut Tito, tiga orang korban masuk ke tokonya untuk meminta pertolongan.

“Mereka minta tolong panggilkan ambulans, minta air karena panas, terus minta kain,” katanya.

Tito menyebut para korban mengalami luka. Sebagian di antaranya mengalami luka bakar dan luka akibat material atau serpihan yang mengenai tubuh.

Selain meminta air dan pertolongan medis, salah seorang korban juga sempat meminta Tito menghubungi ibunya. Tito mengaku tidak mengenal para korban sebelumnya.

“Terus ada yang minta tolong teleponin mamanya,” ujarnya.

Dalam situasi panik tersebut, Tito juga masih berusaha memenuhi pesanan pelanggan yang sebelumnya sudah masuk. Bahkan, salah satu pelanggan yang terdampak ledakan meminta pesanannya diselesaikan karena hendak langsung menuju rumah sakit.

Tito kemudian menjadi salah satu orang yang melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat 112. “Semula sempat ngeblank karena bingung mau ngapain dulu. Akhirnya selesaiin orderan dan saya yang lapor ke 112,” tuturnya.

Tito mengatakan saat kejadian sebagian besar usaha di sekitar lokasi masih dalam kondisi tutup. Menurutnya, selain tokonya, hanya beberapa usaha lain yang sudah beraktivitas.

Sementara itu, usaha kuliner Tempong Dewi Sri yang menjadi sumber ledakan saat kejadian masih dalam tahap persiapan dan belum melayani pelanggan.

Tito juga melihat dampak ledakan tidak hanya terjadi pada bangunan yang berada di sekitar sumber kejadian. Bangunan di sisi lain juga mengalami kerusakan. Ia menyebut dinding lantai satu salah satu toko di sekitar lokasi bahkan roboh.

Saat ini, tim gabungan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan dan sumber kerusakan di lokasi.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.