13 October 2026

Get In Touch

Kemenhub: 1.673 Penerbangan dari 10 Maskapai Terganggu Karhutla

Aktivitas penerbangan di Bandara Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara (Foto: RRI)
Aktivitas penerbangan di Bandara Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara (Foto: RRI)

JAKARTA (Lentera) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mencatat selama perode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026 ada sebanyak 1.673 penerbangan domestik dari sekitar 10 maskapai terganggu akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Data Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menunjukkan selain pembatalan dan penundaan, ratusan penerbangan mengalami keterlambatan karena jarak pandang di sejumlah bandara menurun akibat asap kebakaran.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa menegaskan, keselamatan tetap menjadi prioritas dalam menentukan kelayakan operasional penerbangan. Menurutnya, maskapai harus menyesuaikan kegiatan penerbangan apabila kondisi cuaca dan jarak pandang tidak memenuhi persyaratan keselamatan.

"Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan," kata Lukman dalam keterangan persnya melansir rri, Senin (12/10/2026).

Kemenhub juga mengingatkan seluruh maskapai agar tetap memenuhi hak penumpang sesuai peraturan yang berlaku. Kewajiban tersebut, mencakup penanganan penumpang yang mengalami keterlambatan, penundaan, maupun pembatalan perjalanan.

Bentuk pelayanan yang dapat diberikan, meliputi kompensasi, perubahan jadwal penerbangan (reschedule), hingga pengembalian biaya tiket secara penuh.Pemberian hak tersebut, harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan kondisi gangguan penerbangan yang dialami penumpang.

"Kantor Otoritas Bandar Udara kami tugaskan untuk mengawasi pemenuhan hak penumpang di lapangan. Kami tidak akan ragu memberikan sanksi kepada maskapai yang tidak menjalankan kewajibannya sesuai ketentuan," ucap Lukman.

Kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara, Kemenhub mengimbau untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi penerbangan. "Kondisi jarak pandang dapat berubah secara dinamis. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara," ujar Lukman.

Kemudian, gangguan penerbangan tersebut setidaknya terjadi pada 10 maskapai. Citilink Indonesia menempati posisi teratas dengan 478 penerbangan terdampak, disusul NAM Air sebanyak 300 penerbangan. Wings Air berada di urutan berikutnya dengan 227 penerbangan terdampak, sementara Super Air Jet mencatat 161 penerbangan. Selanjutnya, Surya Mataram mengalami gangguan pada 134 penerbangan dan Batik Air sebanyak 112 penerbangan.

Sedangkan, Maskapai Garuda Indonesia juga mencatat 97 penerbangan terdampak, diikuti TransNusa dengan 94 penerbangan. Adapun Lion Air mengalami gangguan pada 41 penerbangan dan Sriwijaya Air sebanyak 29 penerbangan.

Jika dilihat dari jumlah pembatalan, Wings Air menjadi maskapai dengan angka tertinggi, yakni 226 penerbangan. Posisi berikutnya ditempati Super Air Jet dengan 158 penerbangan dan Citilink sebanyak 115 penerbangan.

Sementara itu, gangguan berupa keterlambatan penerbangan paling banyak dialami Citilink dengan total 357 penerbangan. NAM Air menyusul dengan 212 penerbangan yang mengalami keterlambatan selama periode pemantauan. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.