14 October 2026

Get In Touch

Dampak Serangan Houthi ke Arab Saudi, 53 Jemaah Umrah asal Makassar Batal Berangkat

Puluhan jemaah umrah di Makassar tertahan di Bandara Sultan Hasanuddin, serangan Haouthi ke wilayah Arab Saudi. (foto:ist/dtc) 
Puluhan jemaah umrah di Makassar tertahan di Bandara Sultan Hasanuddin, serangan Haouthi ke wilayah Arab Saudi. (foto:ist/dtc) 

MAKASSAR (Lentera) - Puluhan calon jemaah umrah asal Makassar, Sulawesi Selatan, tertunda keberangkatannya ke Arab Saudi setelah penerbangan lanjutan maskapai Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Madinah dibatalkan, pada Senin (12/10/2026). 

Pembatalan penerbangan, akibat dampak rentetan serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi.

Sebanyak 53 jemaah yang dijadwalkan berangkat melalui biro perjalanan PT Mudah Menuju Baitullah itu, sebelumnya direncanakan terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Kuala Lumpur sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menjelaskan penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar-Kuala Lumpur tetap beroperasi. Pesawat tersebut hanya mengangkut 30 penumpang reguler.

"Menanggapi video yang beredar mengenai penundaan perjalanan umrah, dapat kami sampaikan bahwa penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar-Kuala Lumpur tetap beroperasi dengan total 30 penumpang reguler," kata Ruly mengutip CNN Indonesia, Selasa (13/10/2026).

Sementara itu, 53 calon jemaah umrah tidak ikut diberangkatkan, karena penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 dari Kuala Lumpur menuju Madinah dibatalkan.

"Dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur. Sementara itu, 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan," jelasnya.

Ruly menambahkan, pada hari tersebut tidak tersedia penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Madinah maupun Jeddah.

Manajemen bandara terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan pemangku kepentingan terkait, untuk memantau perkembangan situasi penerbangan di tengah kondisi keamanan kawasan Timur Tengah.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.