Berangkatkan 5 Kloter Jemaah Haji, Bupati Lamongan Beri Penghargaan Jemaah Tertua dan Termuda
LAMONGAN (Lentera) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berangkatkan lima kloter jemaah haji di Pendopo Lokatantra Rabu (29/4/2026) pagi. Beri penghargaan pada jemaah tertua dan termuda.
Penghargaan untuk jemaah tertua diberikan kepada Mujiono bin Purwo (90) asal Kedungpring. Sedangkan untuk Jemaah termuda diberikan kepada Najwa Amelia binti Nur Huda (17) asal Solokuro.
Dia mengatakan jumlah jemaah haji Lamongan tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut menjadi indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat. “Alhamdulillah, tahun ini jemaah haji Lamongan meningkat hampir seribu jemaah. Ini menjadi tanda kemakmuran masyarakat Lamongan yang patut kita syukuri bersama,” jelasnya.
Keberangkatan hari ini mencakup lima kloter, dimulai sejak pagi hingga malam hari. Selanjutnya, dua kloter akan diberangkatkan pada Kamis, dan satu kloter terakhir pada Jumat.
Adapun rincian jemaah per kloter yaitu kloter 30 sebanyak 222 jemaah, kloter 31 sebanyak 376 jemaah, kloter 32 sebanyak 375 jemaah, kloter 33 sebanyak 375 jemaah, kloter 34 sebanyak 374 jemaah, kloter 35 sebanyak 376 jemaah, kloter 36 sebanyak 375 jemaah, dan kloter 37 sebanyak 285 jemaah.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa momentum keberangkatan ini merupakan penantian panjang yang akhirnya terwujud bagi para jemaah.
“Hari ini adalah hari yang dinantikan, panggilan Allah SWT akhirnya terlaksana. Semoga seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar sebagaimana harapan kita bersama,” tutur Pak Yes.
Pak Yes juga menegaskan harapannya agar seluruh jemaah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Kami berharap seluruh jemaah haji Kabupaten Lamongan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta mampu menjalankan ibadah dengan khusyuk hingga kembali ke tanah air,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur menjelaskan total jemaah haji Lamongan tahun ini berjumlah 2.758 orang, terdiri dari 1.247 jemaah laki-laki dan 1.511 jemaah perempuan. Seluruhnya terbagi dalam delapan kloter, yakni kloter 30 hingga kloter 37.
Abdul Ghofur menyampaikan bahwa pada penyelenggaraan haji tahun ini, pemerintah mengusung tagline "Haji Ramah Lansia, Haji Ramah Disabilitas, dan Haji Ramah Perempuan". Selain itu, diterapkan pula skema murur dan tanazul guna memberikan kemudahan bagi jamaah, khususnya kelompok rentan. Skema murur memungkinkan jamaah tidak bermalam di Muzdalifah dan langsung menuju Mina, sedangkan tanazul memungkinkan jamaah tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel.
Dalam mendukung pelayanan jemaah, turut disiapkan petugas haji, yang terdiri dari PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) 13 orang, TKHK (Tenaga Kesehatan Haji Kloter) 13 orang, PHD (Petugas Haji Daerah) 8 orang, dan PIH KBIHU (Pembimbing Ibadah Haji KBIHU) 10 orang. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
