30 August 2026

Get In Touch

Pembangunan Jalan Pandean-Malasan, Ketua DPRD Trenggalek Harap Kualitas Terjaga

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi (dua dari kanan) bersama Bupati Trenggalek (kanan) dan jajaran Forkopimda saat meninjau pelaksanaan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan Trenggalek-Tulungagung. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung pro
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi (dua dari kanan) bersama Bupati Trenggalek (kanan) dan jajaran Forkopimda saat meninjau pelaksanaan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan Trenggalek-Tulungagung. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung pro

TRENGGALEK (Lentera) – Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mendorong percepatan pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur yang mendapatkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Salah satunya peningkatan ruas jalan Pandean–Malasan di Kecamatan Durenan yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung.

Doding mengatakan, proyek peningkatan jalan tersebut menjadi salah satu dari sejumlah pekerjaan yang memperoleh alokasi DAK. Berdasarkan data dinas terkait, ruas Pandean–Malasan dikerjakan dengan nilai kontrak sekitar Rp6,8 miliar untuk penanganan sepanjang sekitar 5,6 kilometer. Pekerjaan ditargetkan berlangsung selama 120 hari, mulai 27 Juli hingga 23 November 2026.

Selain ruas Pandean–Malasan, proyek DAK lainnya mencakup peningkatan jalan Lotekol–Malasan sepanjang sekitar 2,7 kilometer dengan nilai sekitar Rp3,9 miliar. Pekerjaan tersebut juga ditargetkan selesai dalam 120 hari, pada periode 27 Juli hingga 23 November 2026.

Sementara itu, dukungan DAK juga dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Kembangsore di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule, yang menghubungkan Dusun Bangunsari dengan Perempatan Pule. Proyek jembatan tersebut memiliki nilai sekitar Rp5,577 miliar dengan masa pelaksanaan 140 hari, mulai 24 Juli hingga 13 Desember 2026."Ini kan ruas perbatasan Tulungagung-Malasan. Untuk ruas ini nilainya sekitar Rp6,8 miliar dan sudah melalui proses lelang. Selain itu ada pekerjaan di titik lainnya, termasuk pembangunan jembatan di Pule yang juga bersumber dari Dana Alokasi Khusus," kata Doding.

Menurutnya, sejumlah proyek tersebut menunjukkan adanya dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Trenggalek. Ia berharap pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

Doding juga menyebut proyek yang bersumber dari pinjaman daerah saat ini telah memasuki tahapan lelang. Ia berharap proses tersebut segera menghasilkan pemenang sehingga pekerjaan dapat dimulai.

"Tadi kita konfirmasi ke Kepala Dinas PUPR bahwa proses untuk yang pinjaman itu sekarang sudah masuk tahap lelang. Mudah-mudahan segera ada pemenangnya sehingga bisa segera dikerjakan," ujarnya.

Doding menilai kondisi cuaca saat ini menjadi momentum yang baik untuk mempercepat pekerjaan jalan, khususnya pekerjaan dengan konstruksi hotmix. Musim kemarau dinilai mendukung proses pengaspalan agar kualitas hasil pekerjaan dapat lebih optimal.

"Mumpung kita lagi musim kemarau. Kalau bikin jalan hotmix itu pasti hasilnya bagus. Kita berharap hasilnya bisa bagus-bagus dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Trenggalek," katanya.

Saat meninjau langsung pekerjaan di ruas jalan tersebut, Doding menilai progres dan kualitas pengerjaan cukup baik. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga temperatur aspal saat proses penghamparan karena panas aspal menjadi salah satu faktor yang menentukan kualitas hasil hotmix.

"Alhamdulillah, lumayan bagus. Yang mengerjakan nanti aspalnya juga masih hangat. Kalau kualitas hotmix itu bagus tidaknya dari kualitas kadar aspalnya dan panasnya. Kalau masih panas dan digelar seperti ini masih bagus," jelasnya.

Ia berharap pengerjaan infrastruktur yang dibiayai melalui DAK maupun sumber pembiayaan lainnya dapat berjalan sesuai target dan menghasilkan jalan yang berkualitas serta dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang. (Adv)

 

 

Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.